Assalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Sebelumnya
saya ucapkan terimakasih kalian sudah menyempatkan waktu untuk mengunjungi blog
saya, jujur ini adalah blog pertama saya dan mungkin isinya juga masih belum sempurna,
karena kesempurnaan hanya milik Allaah subhanahu wata’ala ☺
Perkenalan
dulu gaes:v nama saya Resti Prihatini kelas XII TKJ 4 SMK Negeri 1
Binangun (Njati:v).
Teruntuk
wanita muslimah berjilbab sering kali merasa kesulitan hendak berwudhu di
tempat umum yang terbuka. Karena ia juga ingin secara sempurna membasuh anggota
wudhu secara langsung, akan tetapi jika hal itu dilakukan dikhawatirkan
auratnya akan terlihat oleh yang bukan mahramnya, karena anggota wudhu seorang
wanita sebagian besar adalah aurat terkecuali wajah dan telapak tangan. Lalu,
bagaimana cara berwudhu jika kita berada pada kondisi yang demikian??
Saudariku, kamu tidak perlu bingung dan mempersulit diri sendiri, karena Allaah subhanahu wata’ala telah memberikan kemudahan dan keringanan bagi hamba-hamba-Nya. Alaah ta’ala berfirman:
“..Allaah
menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu..” (Q.S
Al-Baqarah:185)
Pada
pembahasan kali ini, kita akan membahas tata cara berwudhu seorang wanita
muslimah ketika berada diluar ruangan yang terbuka, yaitu:
1. NIAT DAN BACA BISSMILLAAH
Jika seorang muslim berwudhu, maka hendaklah ia niat
dengan hatinya dan kemudian membaca bissmillaah. Berdasarkan sabda Nabi
shalalahu ‘alaihi wassalam:
“Tidak
(sempurna) wudhu seseorang yang tidak menyebut nama Allaah (bissmillaah)
padanya” HR. Ahmad.
Namun
apabila ia lupa membaca bissmillaah, wudhu’nya tetap sah,
tidak batal.
2. MEMBASUH TELAPAK TANGAN
Kemudian disunnahkan membasuh telapak tangannya tiga
kali sebelum memulai wudhu, sambil menyelat-nyelat jari jemarinya.
3. BERKUMUR-KUMUR.
dilanjut
4. ISTINSYAQ DAN ISTINTSAR
Kemudian
berkumur-kumur dan memasukan air ( istinsyaq) ke dalam hidung melalui satu
telapak tangan kanan lalu keluarkan ( istintsar) sambil dibantu dengan tangan kiri memegang
hidung, dilakukan sebanyak tiga kali.
5. MEMBASUH WAJAH
Kemudian membasuh wajah, adapun batasan wajah adalah:
- Panjangnya mulai dari awal tempat tumbuh rambut kepala hingga dagu.
- Lebarnya dari telinga yang satu hingga ke telinga lainnya.
6. MEMBASUH KEDUA LENGAN
Kemudian membasuh kedua lengan hingga ke siku, berdasarkan firman Allaah subhanahu wata’ala:
Kemudian membasuh kedua lengan hingga ke siku, berdasarkan firman Allaah subhanahu wata’ala:
“...Dan
(basuhlah) tanganmu sampai ke siku...” (QS. Al-Maidah:6)
Karena
itu dilakukan diluar ruangan maka bisa dilakukan dibalik kerudung. Namun
apabila kerudung tidak memungkinkan dapat menutupi, maka cukup mengusap lengan
baju sampai siku sebanyak tiga kali. Wallohua’lam bishowab.
7. MENGUSAP KEPALA DAN KEDUA TELINGA
Kemudian mengusap sebagian besar krudung bagian atas dan
dilanjutkan membasuh kedua telingannya sebanyak satu kali.
8. MEMBASUH KEDUA KAKI
Berdasarkan firman Allaah subhanahu wata’ala :
“..Dan
(basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki...” (QS. Al-Maidah:6)
Karena dilakukan diluar ruangan maka hanya mengusap
bagian atas khuf atau kaos kakinya sekali secara bersamaan dengan kedua tangan,
tangan kanan untuk kaki kanan dan tangan kiri untuk kaki kiri.
Sebagaimana dalam hadist dari Mughirah radhiallahu 'anhu, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berwudhu, beliau mengusap kaos kaki dan sendalnya." ( HR. Abu Dawud).
9. MEMBACA DO’A
Setelah selesai wudhu, kemudian membaca do’a:
Sebagaimana dalam hadist dari Mughirah radhiallahu 'anhu, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berwudhu, beliau mengusap kaos kaki dan sendalnya." ( HR. Abu Dawud).
9. MEMBACA DO’A
Setelah selesai wudhu, kemudian membaca do’a:
"Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa
syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuuwa rosuuluhuu,
alloohummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathohhiriina"
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali
Allaah Yang MahaEsa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad
adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allaah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang
bertaubat, dan jadikan pula aku termasuk orang-orang yang membersihkan
diri"
10. WUDHU SECARA TERTIB
Orang yang berwudhu wajib membasuh anggota wudhunya
secara berurutan (tertib) dan berturut-turut, yaitu jangan menunda-nunda membasuh
suatu anggota wudhu hingga anggota wudhu lainnya (yang sudah dibasuh)
mengering.
Sekian yang
dapat saya bagikan semoga bermanfaat☺dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak
yaps:v
Terimakasih☺
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Referensi dari Buku Sifat Wudhu’ Nabi Shalalahu ‘alaihi wasalam, PUSTAKA IBNU UMAR
Referensi dari Buku Sifat Wudhu’ Nabi Shalalahu ‘alaihi wasalam, PUSTAKA IBNU UMAR
