Kamis, 20 September 2018

tata cara berwudhu wanita muslimah ketika berada diluar ruangan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kalian sudah menyempatkan waktu untuk mengunjungi blog saya, jujur ini adalah blog pertama saya dan mungkin isinya juga masih belum sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allaah subhanahu wata’ala ☺
Perkenalan dulu gaes:v nama saya Resti Prihatini kelas XII TKJ 4 SMK Negeri 1 Binangun (Njati:v).
Teruntuk wanita muslimah berjilbab sering kali merasa kesulitan hendak berwudhu di tempat umum yang terbuka. Karena ia juga ingin secara sempurna membasuh anggota wudhu secara langsung, akan tetapi jika hal itu dilakukan dikhawatirkan auratnya akan terlihat oleh yang bukan mahramnya, karena anggota wudhu seorang wanita sebagian besar adalah aurat terkecuali wajah dan telapak tangan. Lalu, bagaimana cara berwudhu jika kita berada pada kondisi yang demikian??

Saudariku, kamu tidak perlu bingung dan mempersulit diri sendiri, karena Allaah subhanahu wata’ala telah memberikan kemudahan dan keringanan bagi hamba-hamba-Nya. Alaah ta’ala berfirman: 
 
“..Allaah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu..” (Q.S Al-Baqarah:185)

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas tata cara berwudhu seorang wanita muslimah ketika berada diluar ruangan yang terbuka, yaitu:

      1.      NIAT DAN BACA BISSMILLAAH
Jika seorang muslim berwudhu, maka hendaklah ia niat dengan hatinya dan kemudian membaca bissmillaah. Berdasarkan sabda Nabi shalalahu ‘alaihi wassalam:

“Tidak (sempurna) wudhu seseorang yang tidak menyebut nama Allaah (bissmillaah) padanya” HR. Ahmad.
Namun apabila ia lupa membaca bissmillaah, wudhu’nya tetap sah, tidak batal.

      2.      MEMBASUH TELAPAK TANGAN
Kemudian disunnahkan membasuh telapak tangannya tiga kali sebelum memulai wudhu, sambil menyelat-nyelat jari jemarinya.


      3.      BERKUMUR-KUMUR.

dilanjut
      4.      ISTINSYAQ DAN ISTINTSAR
Kemudian berkumur-kumur dan memasukan air ( istinsyaq) ke dalam hidung melalui satu telapak tangan kanan lalu keluarkan ( istintsar)  sambil dibantu dengan tangan kiri memegang hidung, dilakukan sebanyak tiga kali.

      5.      MEMBASUH WAJAH
Kemudian membasuh wajah, adapun batasan wajah adalah:
  • Panjangnya mulai dari awal tempat tumbuh rambut kepala hingga dagu.
  •  Lebarnya dari telinga yang satu hingga ke telinga lainnya. 


      6.      MEMBASUH KEDUA LENGAN
            Kemudian membasuh kedua lengan hingga ke siku, berdasarkan firman Allaah subhanahu wata’ala:

“...Dan (basuhlah) tanganmu sampai ke siku...” (QS. Al-Maidah:6)

            Karena itu dilakukan diluar ruangan maka bisa dilakukan dibalik kerudung. Namun apabila kerudung tidak memungkinkan dapat menutupi, maka cukup mengusap lengan baju sampai siku sebanyak tiga kali. Wallohua’lam bishowab.

      7.      MENGUSAP KEPALA DAN KEDUA TELINGA

Kemudian mengusap sebagian besar krudung bagian atas dan dilanjutkan membasuh kedua telingannya sebanyak satu kali.

      8.      MEMBASUH KEDUA KAKI

Berdasarkan firman Allaah subhanahu wata’ala : 
“..Dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki...” (QS. Al-Maidah:6)
                  Karena dilakukan diluar ruangan maka hanya mengusap bagian atas khuf atau kaos kakinya sekali secara bersamaan dengan kedua tangan, tangan kanan untuk kaki kanan dan tangan kiri untuk kaki kiri.

           Sebagaimana dalam hadist dari Mughirah radhiallahu 'anhu, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berwudhu, beliau mengusap kaos kaki dan sendalnya." ( HR. Abu Dawud).

      9.      MEMBACA DO’A
            Setelah selesai wudhu, kemudian membaca do’a:
"Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathohhiriina"

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allaah Yang MahaEsa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allaah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadikan pula aku termasuk orang-orang yang membersihkan diri"

      10.  WUDHU SECARA TERTIB
Orang yang berwudhu wajib membasuh anggota wudhunya secara berurutan (tertib) dan berturut-turut, yaitu jangan menunda-nunda membasuh suatu anggota wudhu hingga anggota wudhu lainnya (yang sudah dibasuh) mengering.

Sekian yang dapat saya bagikan semoga bermanfaat☺dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak yaps:v
Terimakasih☺ 
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Referensi dari Buku Sifat Wudhu’ Nabi Shalalahu ‘alaihi wasalam, PUSTAKA IBNU UMAR

tata cara berwudhu wanita muslimah ketika berada diluar ruangan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kalian sudah menyempatkan waktu untuk mengunjungi blog s...